Analisis dan perancangan sistem informasi kesehatan
LA ODE SWARDIN
Pendahuluan
Ada banyak istilah bagi analis system ini, seperti desainer system, pengembang system, konsultsn system, konsultsn manajemen, analis operasi, anallis informasi,analis bisnis, dan
knowledge enginer untuk system
pakar tetapi yang
paling sering digunakan di
Indonesia adalah analis
system.
Lanjutan
Analisis
system bertugas untuk menganalisis
system informasi yang
telah ad mengembangkannya dan menyusun
system baru pada sub
system yang bermasalh dengan bantuan
computer
Pengertian
Analisis system adalah orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari informasi yang
berhubungan dengan masalah-masalah yang
timbul dan mampu memberi jalan keluar sesuai dengan masalah yang
dihadapi
Tugas seorang analis system bukan saja menganalisis dan mendesain
system, tetapi lebih dari itu ia haruslah mampu menyajikan satu
system informasi manajemen yang
terpadu.
Peran analis sistem
Tugas utama dari seorang analis
system ini adalah menganalisis
system yang telah ada, mengembangkannya dan menyusun
system baru terutama pada subsistem yang
bermasalah dengan bantuan teknologi computer
lanjutan
Tugas seorang analis system bukan saja menganalisis dan mendesain
system, tetapi lebih dari itu ia haruslah mampu menyajikan satu
system informasi manajemen yang
terpadu.
Maka seorang analis system haruslah orang yang memiliki pengetahuan yang
terpadu antara aktivitas bisnis
system informasi dan teknologi. Analis
system bukanlah seorang progremer yang
ditugaskan/merasa mampu membuat
program mutakhir dengan
computer untuk menyelesaikan masalah.
Rancanagan sistem
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analisis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang
harus dikerjakan. Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu :
a. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai
system
b. Untuk memberikan gambaran yang
jelas dan rancang bangun yang
lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli – ahli teknik lainnya yang
terrlibat.
Untuk mencapai
tujuan
di
atas,
analis
sistem
harus
dapat
mencapai
sasaran
– sasaran
sebagai
berikut
:
a.Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan
b.Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
c.Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang
akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas – tugas lainnya yang
tidak dilakukan oleh
computer
d.Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang
terinci untuk masing – masing komponen dari sistem informasi yang
meliputi
data, informasi serta pengendalian
intern.
Desain sistem
merupakan
formulasi
spesifikasi
rinci
dari
sistem
yang diusulkan.
Terdapat
tiga
tahap
atau
langkah
umum
dalam
perancangan
sistem
a.Evaluasi rancangan alternatif dari sistem yang
diusulkan
b.Penyajian spesifikasi rancangan rinci
c.Penyajian laporan perancangan system
Implementasi
sistem
Implementasi
Sistem
Informasi
Kesehatan
(SIK) di Era Desentralisasi
SIK adalah suatu sistem pengelolaan data
dan informasi kesehatan disemua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Perturan perundang undangan
Bagian atau ranah yang
menyebutkan SIK adalah Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003
tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002
tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan kabupaten/kota.
Kebutuhan akan data
dan informasi disediakan melalui penyelenggaraan SIK,
yaitu dengan cara :
a. pengumpulan,
b. pengolahan,
c. analisis data
serta
d. penyajian informasi.
SIK memberikan dukungan informasi kepada
proses pengambilan keputusan disemua tingkat administrasi pelayanan kesehatan (Sistem Kesehatan). Maka, SIK
harus sesuai dengan struktur manajemen kesehatan dari Sistem Kesehatan. Dengan adanya desentralisasi, maka pengembangan SIK diserahkan pada kemampuan dan kebutuhan daerah sesuai kondisinya masing-masing. Karakteristik data
yang dibutuhkan di pusat dan daerah pun berbeda dimana daerah mesti menjaring data
berdasar ID
yang unik, sedangkan kebutuhan pusat lebih kepada jumlah data
yang tidak serinci data
di daerah.
Implementasi
SIK di era desentralisasi
mencakup
sistem
pencatatan dan pelaporan seperti data
vital, surveilans, data pelayanan, pemetaan, pengendalian wabah tetapi, ini masih belum terintegrasi dengan database yang onlinediwebsite Dinas Kesehatan dan Depkes sesuai standar dan interoperabilitasnya. Pemanfaatan
internet yang semakin luas dikalangan medis seharusnya mampu meningkatkan
proses pembelajaran dikalangan medis dan masyarakatnya. Perubahan tentu tidak semudah itu terjadi. Diperlukan pengembangan secara bertahap, pelatihan, penelitian dan tenaga-tenaga baru bidang informatika kesehatan.
Pemeliharaan
sistem
Pemeliharaan
Sistem meliputi :
a.System Back-Up
Membuat Salinan/copy untuk
data-data penting perusahaan yang ada pada computer user maupun server ke dalam
backup storage (External Disk).
b.System Optimization
Melakukan Defragmentasi data dan
membuang sampah-sampah yang ada pada computer, serta memperbaiki kesalahan
setting sehingga computer dapat berjalan normal
c.System Rebuild
Membangun dan menata ulang kembali
system yang rusak oleh faktor yang tidak disengaja, agar system dapat bekerja
normal kembali.
d.System Upgrade
Menambah fungsi, memperbaharui
system yang ada sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta melakukan testing
stabilitas untuk hardware dan software.
e.Training dan Pelatihan
Memberikan Pengarahan dan konsultasi kepada
operator computer, sehingga operator dapat mengoperasikan computer sesuai
dengan prosedur pengoperasian komputer yang baik dan benar.
f.Update Anti Virus & Pembersihan
Virus
Melakukan Update Definition file Anti Virus
sehingga anti virus yang ada dapat memproteksi komputer dari serangan virus
baik virus lam amaupun baru, dan juga melakukan scaning virus serta
membersihkan komputer dari Virus.
g.System Security
Salah
satu inisiatif yang
disusun dalam
Roadmap ini adalah
SIKDA Generik.
Yang jelas, untuk memperkuatkan SIK nasional, adopsi TIK harus ditingkatkan agar
semua dapat berbasis elektronik dan data
bisa dikirim dan diakses dengan cepat dan tepat
Integrasi mencakup sistem secara teknis (sistem yang
bisa berkomunikasi antar satu sama
lain) dan konten
(data set yang sama). Bentuk fisik dari SIK terintegrasi adalah sebuah aplikasi sistem informasi yang
dihubungkan dengan aplikasi lain
(aplikasi sistem informasi puskesmas, aplikasi sistem informasi rumah sakit, dan aplikasi lainnya) sehingga secara
interoperable terjadi pertukaran data
antar aplikasi. Pada
model ini terdapat 7 komponen yang
saling terhubung dan saling terkait, yaitu :
a. Sumber Data Manual
b. Sumber Data Komputerisasi
c. Sistem Informasi Dinas Kesehatan
d. Sistem Informasi Pemangku Kepentingan
e. Bank Data Kesehatan Nasional
f. Penggunaan Data oleh Kementerian Kesehatan
g. Pengguna Data
Masalah yang sering
muncul
Namun untuk memodernisasikan SIK dengan adopsi TIK memerlukan investasi yang
sangat tinggi karena melibatkan banyak dana untuk perangkat keras, lunak, implementasi dan operasional. Ini menjadi hambatan utama (selain faktor lain
seperti kekurangan dalam infrastruktur seperti listrik).
Kesimpulan
Hal tersebut merupakan sebab mengapa implementasi TIK
di sektor Kesehatan masih belum menyeluruh.Dengan alasan ini, Pusdatin mengambil inisiatif untuk membangun perangkat lunak SIK
yang bisa dipakai di Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
dan Provinsi, dan di tingkat nasional sebagai Bank
Data Kesehatan Nasional yang
gratis (berbasis open
source) untuk semua
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar