Minggu, 07 Juli 2019

di balik kemasan rokok dan mie instan



NAMA : LAODE SWARDIN


1.    Kenapa pada kemasan rokok ada gambar peringatan sedangkan di mie instan tidak ada gambar peringatan ?
2.    Apa-apa saja tugas sebenarnya dari puskesmas ?
3.    Pada tahun 2019 HDI di indonesia berada pada tingkat ke berapa ?

Jawab
1.      Kementerian Kesehatan mempersiapkan rancangan peraturan menteri kesehatan tentang peringatan bergambar yang wajib dicantumkan dalam kemasan rokok. Peringatan bergambar diharapkan menyadarkan masyarakat akan dampak negatif asap rokok bagi kesehatan.
melalui peringatan bergambar. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan menyatakan, ada kewajiban produsen atau importir rokok mencantumkan peringatan bergambar. ”

Kewajiban produsen rokok menurut PP No 109/2012 adalah mencantumkan peringatan kesehatan bergambar sebesar 40 persen kemasan. Selain itu, produsen/importir juga harus mencantumkan tulisan larangan menjual dan memberikan rokok kepada anak di bawah usia 18 tahun serta perempuan hamil. Di sisi lain kemasan wajib dicantumkan teks ”mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya serta lebih dari 43 zat penyebab kanker”.

”PP No 109/2012 memberikan amanat lebih tegas kepada BPOM untuk melakukan pengawasan lebih komprehensif. BPOM diberi wewenang menegur dan menarik produk rokok yang menyalahi ketentuan pemerintah,”

Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Disiapkan, Gambar Peringatan Bahaya Rokok", https://nasional.kompas.com/read/2013/02/02/08084542/Disiapkan.Gambar.Peringatan.Bahaya.Rokok.
2.       Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.

Pada permenkes tersebut telah jelas disebutkan tentang tugas, fungsi dan wewenag puskesmas. Untuk mempermudah, kami menuliskan kembali, sebagai berikut:
Fungsi Puskesmas

Fungsi Puskesmas disebutkan dalam Pasal 5, bahwa:
Dalam melaksanakan tugas puskesmas menyelenggarakan fungsi:
1.    penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
2.    penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.
Pada Pasal 8 juga disebutkan bahwa selain melaksanakan 2 fungsi tersebut diatas, puskesmas juga dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan Tenaga Kesehatan.
Wewenang Puskesmas

a. Wewenang puskesmas sebagai penyelenggara UKM tingkat pertama, adalah sebagai berikut:

1.    melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
2.    melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
3.    melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;
4.    menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait;
5.    melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;
6.    melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
7.    memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
8.    melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan; dan
9.    memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.


b. Wewenang puskesmas sebagai penyelenggara UKP tingkat pertama, adalah sebagai berikut:
1.        menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu;
2.        menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;
3.        menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
4.        menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
5.        menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi;
6.        melaksanakan rekam medis;
7.        melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan;
8.        melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;
9.        mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
10.    melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan.

Fungsi Puskesmas

Ada 3 fungsi pokok puskesmas, yaitu: 

1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya 
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat 
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. 

Proses dalam melaksanakan fungsinya, dilakukan dengan cara: 

1. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. 
2. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. 
3. Memberi bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. 
4. Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. 
5. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program puskesmas.


3.      Human Development Index (HDI) dapat mencerminkan bagaimana posisi sebuah negara dengan negara lain dalam tingkat kesejahteraan masyarakat yaitu pembangunan manusianya termasuk di dalamnya pembangunan di bidang pendidikan. Nilai Human Development Index (HDI) Indonesia 2014 adalah 0.684_yang menempatkan pembangunan manusia Indonesia pada posisi 110 dari 188 negara di dunia. Antara tahun 1980 dan 2014, nilai Human Development Index (HDI) Indonesia meningkat 0,474-0,684, meningkat 44,3% atau peningkatan tahunan rata-rata sekitar 1,08%.




presentasi analisis dan perancangan sistem informasi kesehatan


Analisis dan perancangan sistem informasi kesehatan

LA ODE SWARDIN

Pendahuluan

  Ada banyak istilah bagi analis system ini, seperti desainer system, pengembang system, konsultsn system, konsultsn manajemen, analis operasi, anallis informasi,analis bisnis, dan knowledge enginer untuk system pakar tetapi yang paling sering digunakan di Indonesia adalah analis system.
Lanjutan
Analisis system bertugas untuk menganalisis system informasi yang telah ad mengembangkannya dan menyusun system baru pada sub system yang bermasalh dengan bantuan computer
Pengertian 

  Analisis system adalah orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah yang timbul dan mampu memberi jalan keluar sesuai dengan masalah yang dihadapi

  Tugas seorang analis system bukan saja menganalisis dan mendesain system, tetapi lebih dari itu ia haruslah mampu menyajikan satu system informasi manajemen yang terpadu.

Peran analis sistem

Tugas utama dari seorang analis system ini adalah menganalisis system yang telah ada, mengembangkannya dan menyusun system baru terutama pada subsistem yang bermasalah dengan bantuan teknologi computer
       lanjutan
  Tugas seorang analis system bukan saja menganalisis dan mendesain system, tetapi lebih dari itu ia haruslah mampu menyajikan satu system informasi manajemen yang terpadu.
  Maka seorang analis system haruslah orang yang memiliki pengetahuan yang terpadu antara aktivitas bisnis system informasi dan teknologi. Analis system bukanlah seorang progremer yang ditugaskan/merasa mampu membuat program mutakhir dengan computer untuk menyelesaikan masalah.

Rancanagan sistem

Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analisis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu :
a. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai system
b. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli – ahli teknik lainnya yang terrlibat.

Untuk mencapai tujuan di atas, analis sistem harus dapat mencapai sasaran – sasaran sebagai berikut :
a.Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan
b.Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
c.Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas – tugas lainnya yang tidak dilakukan oleh computer
d.Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing – masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data, informasi serta pengendalian intern.
Desain sistem merupakan formulasi spesifikasi rinci dari sistem yang diusulkan. Terdapat tiga tahap atau langkah umum dalam perancangan sistem
a.Evaluasi rancangan alternatif dari sistem yang       diusulkan
b.Penyajian spesifikasi rancangan rinci
c.Penyajian laporan perancangan system 

Implementasi sistem

Implementasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Era Desentralisasi
SIK adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan disemua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Perturan perundang undangan
Bagian atau ranah yang menyebutkan SIK adalah Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan kabupaten/kota.
Kebutuhan akan data dan informasi disediakan melalui penyelenggaraan SIK, yaitu dengan cara :
a. pengumpulan,
b. pengolahan,
c. analisis data serta
d. penyajian informasi.
SIK memberikan dukungan informasi kepada proses pengambilan keputusan disemua tingkat administrasi pelayanan kesehatan (Sistem Kesehatan). Maka, SIK harus sesuai dengan struktur manajemen kesehatan dari Sistem Kesehatan. Dengan adanya desentralisasi, maka pengembangan SIK diserahkan pada kemampuan dan kebutuhan daerah sesuai kondisinya masing-masing. Karakteristik data yang dibutuhkan di pusat dan daerah pun berbeda dimana daerah mesti menjaring data berdasar ID yang unik, sedangkan kebutuhan pusat lebih kepada jumlah data yang tidak serinci data di daerah.

Implementasi SIK di era desentralisasi mencakup sistem

pencatatan dan pelaporan seperti data vital, surveilans, data pelayanan, pemetaan, pengendalian wabah tetapi, ini masih belum terintegrasi dengan database yang onlinediwebsite Dinas Kesehatan dan Depkes sesuai standar dan interoperabilitasnya. Pemanfaatan internet yang semakin luas dikalangan medis seharusnya mampu meningkatkan proses pembelajaran dikalangan medis dan masyarakatnya. Perubahan tentu tidak semudah itu terjadi. Diperlukan pengembangan secara bertahap, pelatihan, penelitian dan tenaga-tenaga baru bidang informatika kesehatan.

    Pemeliharaan sistem

Pemeliharaan Sistem meliputi :

a.System Back-Up
Membuat Salinan/copy untuk data-data penting perusahaan yang ada pada computer user maupun server ke dalam backup storage (External Disk).
b.System Optimization
Melakukan Defragmentasi data dan membuang sampah-sampah yang ada pada computer, serta memperbaiki kesalahan setting sehingga computer dapat berjalan normal 
c.System Rebuild
Membangun dan menata ulang kembali system yang rusak oleh faktor yang tidak disengaja, agar system dapat bekerja normal kembali.
d.System Upgrade
Menambah fungsi, memperbaharui system yang ada sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta melakukan testing stabilitas untuk hardware dan software.
e.Training dan Pelatihan
Memberikan Pengarahan dan konsultasi kepada operator computer, sehingga operator dapat mengoperasikan computer sesuai dengan prosedur pengoperasian komputer yang baik dan benar.
f.Update Anti Virus & Pembersihan Virus
Melakukan Update Definition file Anti Virus sehingga anti virus yang ada dapat memproteksi komputer dari serangan virus baik virus lam amaupun baru, dan juga melakukan scaning virus serta membersihkan komputer dari Virus.
g.System Security
Salah satu inisiatif yang disusun dalam Roadmap ini adalah SIKDA Generik. Yang jelas, untuk memperkuatkan SIK nasional, adopsi TIK harus ditingkatkan agar semua dapat berbasis elektronik dan data bisa dikirim dan diakses dengan cepat dan tepat
Integrasi mencakup sistem secara teknis (sistem yang bisa berkomunikasi antar satu sama lain) dan konten (data set yang sama). Bentuk fisik dari SIK terintegrasi adalah sebuah aplikasi sistem informasi yang dihubungkan dengan aplikasi lain (aplikasi sistem informasi puskesmas, aplikasi sistem informasi rumah sakit, dan aplikasi lainnya) sehingga secara interoperable terjadi pertukaran data antar aplikasi. Pada model ini terdapat 7 komponen yang saling terhubung dan saling terkait, yaitu :
a. Sumber Data Manual
b. Sumber Data Komputerisasi
c. Sistem Informasi Dinas Kesehatan
d. Sistem Informasi Pemangku   Kepentingan
e. Bank Data Kesehatan Nasional
f. Penggunaan Data oleh Kementerian Kesehatan
g. Pengguna Data

Masalah yang sering muncul

Namun untuk memodernisasikan SIK dengan adopsi TIK memerlukan investasi yang sangat tinggi karena melibatkan banyak dana untuk perangkat keras, lunak, implementasi dan operasional. Ini menjadi hambatan utama (selain faktor lain seperti kekurangan dalam infrastruktur seperti listrik).

Kesimpulan

Hal tersebut merupakan sebab mengapa implementasi TIK di sektor Kesehatan masih belum menyeluruh.Dengan alasan ini, Pusdatin mengambil inisiatif untuk membangun perangkat lunak SIK yang bisa dipakai di Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi, dan di tingkat nasional sebagai Bank Data Kesehatan Nasional yang gratis (berbasis open source) untuk semua

Terima kasih



Analisis dan perancangan sistem informasi kesehatan
LA ODE SWARDIN
Pendahuluan
  Ada banyak istilah bagi analis system ini, seperti desainer system, pengembang system, konsultsn system, konsultsn manajemen, analis operasi, anallis informasi,analis bisnis, dan knowledge enginer untuk system pakar tetapi yang paling sering digunakan di Indonesia adalah analis system.
Lanjutan
Analisis system bertugas untuk menganalisis system informasi yang telah ad mengembangkannya dan menyusun system baru pada sub system yang bermasalh dengan bantuan computer
Pengertian
  Analisis system adalah orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah yang timbul dan mampu memberi jalan keluar sesuai dengan masalah yang dihadapi
  Tugas seorang analis system bukan saja menganalisis dan mendesain system, tetapi lebih dari itu ia haruslah mampu menyajikan satu system informasi manajemen yang terpadu.
Peran analis sistem
Tugas utama dari seorang analis system ini adalah menganalisis system yang telah ada, mengembangkannya dan menyusun system baru terutama pada subsistem yang bermasalah dengan bantuan teknologi computer
       lanjutan
  Tugas seorang analis system bukan saja menganalisis dan mendesain system, tetapi lebih dari itu ia haruslah mampu menyajikan satu system informasi manajemen yang terpadu.
  Maka seorang analis system haruslah orang yang memiliki pengetahuan yang terpadu antara aktivitas bisnis system informasi dan teknologi. Analis system bukanlah seorang progremer yang ditugaskan/merasa mampu membuat program mutakhir dengan computer untuk menyelesaikan masalah.
Rancanagan sistem
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analisis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu :
a. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai system
b. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahliahli teknik lainnya yang terrlibat.
Untuk mencapai tujuan di atas, analis sistem harus dapat mencapai sasaransasaran sebagai berikut :
a.Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan
b.Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
c.Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugastugas lainnya yang tidak dilakukan oleh computer
d.Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masingmasing komponen dari sistem informasi yang meliputi data, informasi serta pengendalian intern.
Desain sistem merupakan formulasi spesifikasi rinci dari sistem yang diusulkan. Terdapat tiga tahap atau langkah umum dalam perancangan sistem
a.Evaluasi rancangan alternatif dari sistem yang       diusulkan
b.Penyajian spesifikasi rancangan rinci
c.Penyajian laporan perancangan system 
Implementasi sistem
Implementasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Era Desentralisasi
SIK adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan disemua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Perturan perundang undangan
Bagian atau ranah yang menyebutkan SIK adalah Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan kabupaten/kota.
Kebutuhan akan data dan informasi disediakan melalui penyelenggaraan SIK, yaitu dengan cara :
a. pengumpulan,
b. pengolahan,
c. analisis data serta
d. penyajian informasi.
SIK memberikan dukungan informasi kepada proses pengambilan keputusan disemua tingkat administrasi pelayanan kesehatan (Sistem Kesehatan). Maka, SIK harus sesuai dengan struktur manajemen kesehatan dari Sistem Kesehatan. Dengan adanya desentralisasi, maka pengembangan SIK diserahkan pada kemampuan dan kebutuhan daerah sesuai kondisinya masing-masing. Karakteristik data yang dibutuhkan di pusat dan daerah pun berbeda dimana daerah mesti menjaring data berdasar ID yang unik, sedangkan kebutuhan pusat lebih kepada jumlah data yang tidak serinci data di daerah.
Implementasi SIK di era desentralisasi mencakup sistem
pencatatan dan pelaporan seperti data vital, surveilans, data pelayanan, pemetaan, pengendalian wabah tetapi, ini masih belum terintegrasi dengan database yang onlinediwebsite Dinas Kesehatan dan Depkes sesuai standar dan interoperabilitasnya. Pemanfaatan internet yang semakin luas dikalangan medis seharusnya mampu meningkatkan proses pembelajaran dikalangan medis dan masyarakatnya. Perubahan tentu tidak semudah itu terjadi. Diperlukan pengembangan secara bertahap, pelatihan, penelitian dan tenaga-tenaga baru bidang informatika kesehatan.
    Pemeliharaan sistem
Pemeliharaan Sistem meliputi :
a.System Back-Up
Membuat Salinan/copy untuk data-data penting perusahaan yang ada pada computer user maupun server ke dalam backup storage (External Disk).
b.System Optimization
Melakukan Defragmentasi data dan membuang sampah-sampah yang ada pada computer, serta memperbaiki kesalahan setting sehingga computer dapat berjalan normal 
c.System Rebuild
Membangun dan menata ulang kembali system yang rusak oleh faktor yang tidak disengaja, agar system dapat bekerja normal kembali.
d.System Upgrade
Menambah fungsi, memperbaharui system yang ada sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta melakukan testing stabilitas untuk hardware dan software.
e.Training dan Pelatihan
Memberikan Pengarahan dan konsultasi kepada operator computer, sehingga operator dapat mengoperasikan computer sesuai dengan prosedur pengoperasian komputer yang baik dan benar.
f.Update Anti Virus & Pembersihan Virus
Melakukan Update Definition file Anti Virus sehingga anti virus yang ada dapat memproteksi komputer dari serangan virus baik virus lam amaupun baru, dan juga melakukan scaning virus serta membersihkan komputer dari Virus.
g.System Security
Salah satu inisiatif yang disusun dalam Roadmap ini adalah SIKDA Generik. Yang jelas, untuk memperkuatkan SIK nasional, adopsi TIK harus ditingkatkan agar semua dapat berbasis elektronik dan data bisa dikirim dan diakses dengan cepat dan tepat
Integrasi mencakup sistem secara teknis (sistem yang bisa berkomunikasi antar satu sama lain) dan konten (data set yang sama). Bentuk fisik dari SIK terintegrasi adalah sebuah aplikasi sistem informasi yang dihubungkan dengan aplikasi lain (aplikasi sistem informasi puskesmas, aplikasi sistem informasi rumah sakit, dan aplikasi lainnya) sehingga secara interoperable terjadi pertukaran data antar aplikasi. Pada model ini terdapat 7 komponen yang saling terhubung dan saling terkait, yaitu :
a. Sumber Data Manual
b. Sumber Data Komputerisasi
c. Sistem Informasi Dinas Kesehatan
d. Sistem Informasi Pemangku   Kepentingan
e. Bank Data Kesehatan Nasional
f. Penggunaan Data oleh Kementerian Kesehatan
g. Pengguna Data
Masalah yang sering muncul
Namun untuk memodernisasikan SIK dengan adopsi TIK memerlukan investasi yang sangat tinggi karena melibatkan banyak dana untuk perangkat keras, lunak, implementasi dan operasional. Ini menjadi hambatan utama (selain faktor lain seperti kekurangan dalam infrastruktur seperti listrik).
Kesimpulan
Hal tersebut merupakan sebab mengapa implementasi TIK di sektor Kesehatan masih belum menyeluruh.Dengan alasan ini, Pusdatin mengambil inisiatif untuk membangun perangkat lunak SIK yang bisa dipakai di Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi, dan di tingkat nasional sebagai Bank Data Kesehatan Nasional yang gratis (berbasis open source) untuk semua
Terima kasih